infomasi.com, BANDUNG — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari mengumumkan situasi terkini terkait peningkatan volume pasien yang memicu kondisi penuh pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta fasilitas ruang rawat inap.
Pemberitahuan resmi tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat, khususnya para pasien dan keluarga pasien yang hendak memanfaatkan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Lonjakan jumlah kunjungan warga yang datang berobat berimbas langsung pada kapasitas pelayanan IGD yang kini mencapai batas maksimal.
Selain area penanganan darurat, tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy) untuk layanan rawat inap di RSUD Bandung Kiwari saat ini juga dilaporkan berada dalam kondisi padat.
Manajemen RSUD Bandung Kiwari menjelaskan bahwa situasi keterbatasan ruang dan fasilitas tersebut memicu potensi keterlambatan pada beberapa tahapan pelayanan.
Dampak yang berpeluang terjadi di antaranya meliputi durasi waktu tunggu pelayanan medis yang menjadi lebih panjang dari biasanya.
Proses pemeriksaan kesehatan awal terhadap para pasien yang baru datang juga berpotensi mengalami antrean atau memakan waktu lebih lama.
Selain itu, pasien yang membutuhkan pemulihan intensif harus bersabar menghadapi waktu tunggu ketersediaan ruang atau tempat tidur rawat inap.
Meski tengah menghadapi lonjakan pasien, pihak RSUD Bandung Kiwari memastikan bahwa penanganan medis darurat tetap berjalan.
Petugas medis di IGD ditegaskan akan terus melakukan tindakan awal dan penanganan sesuai dengan tingkat kegawatdaruratan masing-masing pasien.
Prosedur penapisan serta pertolongan medis tersebut dilaksanakan secara ketat berdasarkan ketetapan dan SOP penanganan kesehatan yang berlaku di rumah sakit.
Sebagai langkah penanggulangan, manajemen RSUD Bandung Kiwari terus berupaya melakukan koordinasi internal dan optimalisasi pelayanan agar seluruh pasien tetap bisa memperoleh perawatan secara maksimal.
