Infomasi.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai satu-satunya kandidat untuk mengisi posisi puncak sebagai Gubernur Bank Indonesia. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak istana kepresidenan pada awal pekan ini.
Langkah politik ini diambil untuk mengisi kekosongan kursi pimpinan tertinggi menyusul keputusan Perry Warjiyo yang memilih mundur lebih awal bulan lalu karena alasan pribadi. Sebelum dicalonkan, Destry merupakan pejabat nomor dua di bank sentral dan mengemban tugas sebagai pelaksana tugas gubernur.
Kabar penunjukan sosok yang telah lama berkarier di bank sentral ini langsung direspons positif oleh pasar finansial. Nilai tukar mata uang Garuda dilaporkan langsung mengalami penguatan nilai terhadap dolar Amerika Serikat tak lama setelah pengumuman tersebut dirilis.
Kalangan investor sebelumnya memang memantau ketat dinamika penentuan pimpinan baru ini. Kepergian gubernur sebelumnya sempat memicu kekhawatiran pasar di tengah sentimen ekonomi global yang sedang bergejolak.
Berbagai tantangan makroekonomi turut menjadi perhatian, mulai dari isu pengelolaan fiskal, tingkat transparansi pasar modal, hingga dampak tensi geopolitik luar negeri. Oleh karena itu, kehadiran figur yang berpengalaman dinilai krusial untuk menjaga stabilitas.
Di samping posisi gubernur, juru bicara kepresidenan, Prasetyo Hadi, menyebutkan bahwa pemerintah juga telah mengirimkan daftar nama calon pengurus dewan gubernur lainnya ke parlemen. Termasuk di dalamnya usulan untuk mengisi posisi deputi gubernur senior.
Kini, bola panas berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat untuk memproses persetujuan dalam waktu satu bulan ke depan. Berdasarkan rekam jejak, parlemen hampir selalu menyetujui usulan nama dari presiden yang sedang menjabat.
Apabila proses ini berjalan lancar, Destry dipastikan mencatatkan sejarah baru sebagai perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia secara definitif. Para pengamat ekonomi berpandangan bahwa kebijakan moneter ke depan akan cenderung berfokus pada kesinambungan stabilitas nilai tukar.
Di sisi lain, bank sentral tetap dihadapkan pada ekspektasi tinggi untuk ikut mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Target ambisius pemerintah untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi tentu memerlukan koordinasi erat antara kebijakan fiskal dan moneter.
Pendekatan pragmatis yang dimiliki Destry dinilai cocok untuk menyeimbangkan antara target pertumbuhan dan pengendalian inflasi. Pengalamannya di sektor perbankan komersial serta lembaga penjamin simpanan menjadi nilai tambah tersendiri.
Kendati demikian, kalangan analis mengingatkan pentingnya menjaga independensi bank sentral di tengah tekanan target pertumbuhan. Koordinasi yang baik dengan pemerintah harus tetap berjalan tanpa mengorbankan independensi kebijakan moneter.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai durasi masa jabatan yang akan diemban oleh Destry. Apakah ia akan menjabat untuk periode penuh selama lima tahun atau sekadar merampungkan sisa masa jabatan gubernur sebelumnya.
