Infomasi.com, Tangerang Selatan — Sejumlah wali murid mendatangi Sekolah Islam Pembangunan (SIP) Pamulang pada Minggu (23/8) malam. Kedatangan kelompok orang tua siswa tersebut dilakukan untuk memastikan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar anak-anak mereka yang bersekolah di jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) Islam Pembangunan Pamulang pada Senin (24/8).
Kendati demikian, para wali murid mendapati kondisi salah satu ruang kelas yang memprihatinkan berdasarkan rekaman video. Situasi di dalam ruangan tersebut membuat para orang tua kaget karena mendapati puntung serta abu rokok berserakan.
Tidak hanya puntung dan abu rokok, para wali murid juga menemukan sejumlah gelas bekas minuman di dalam ruang kelas. Temuan gelas-gelas tersebut disebut oleh para wali murid sebagai bekas minuman keras.
Kondisi ruang kelas yang tidak biasa itu muncul menyusul peristiwa sebelumnya. Peristiwa yang dimaksud adalah penguasaan area sekolah oleh sekelompok orang.
Penguasaan area sekolah tersebut terjadi di tengah berlangsungnya sengketa pengelolaan SIP Pamulang. Dinamika konflik pengelolaan ini berdampak langsung pada suasana dan lingkungan institusi pendidikan terkait.
Menanggapi situasi di lapangan, Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) Jakarta, Ilham Aufa, memberikan penjelasan resmi. Ilham Aufa menyatakan apabila situasi sekolah belum kembali kondusif, kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu akan diterapkan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kebijakan alternatif berupa PJJ disiapkan oleh pihak yayasan sebagai langkah antisipasi. Langkah ini diambil demi menjaga kelangsungan pendidikan siswa di tengah kondisi sekolah yang belum stabil.
Institusi SIP Pamulang sendiri diketahui menaungi dua jenjang pendidikan dasar dan anak usia dini. Sekolah ini membawahi jenjang pendidikan TK dan SD.
Akibat rangkaian kejadian tersebut, para orang tua kini berada dalam posisi menunggu. Para orang tua murid menanti kepastian terkait kepastian kegiatan sekolah anak-anak mereka.
Penantian kepastian ini menyangkut dua kemungkinan metode belajar bagi para siswa. Orang tua ingin mengetahui apakah anak-anak mereka bisa kembali belajar di sekolah seperti biasa.
Selain itu, para orang tua juga mempertimbangkan opsi alternatif bagi anak-anak mereka. Mereka menanti kepastian apakah siswa harus mengikuti pembelajaran dari rumah.
Keputusan akhir terkait metode belajar mengajar ini masih bergantung pada perkembangan situasi di lingkungan sekolah. Pihak yayasan terus memantau kondisi keamanan dan ketertiban sebelum memutuskan kebijakan lanjutan bagi para siswa TK dan SD SIP Pamulang.
